Rabu, 10 Oktober 2012

Manfaat dan Kegunaan Cangkang Sawit


Industri pengolahan kelapa sawit saat ini milliki prospek yang cerah untuk masa depan seiring dengan tantangan industri masa depan yaitu penggunaan bahan baku industri yang ramah lingkungan serta ketersediaan bahan baku dapat diperbaharui (renewable). Kelapa sawit (Elleis Guinensis) merupakan salah satu sumber minyak nabati yang penting di Indonesia. Kelapa sawit mengandung kurang lebih 80 % pericarp dan 20 % yang dilapisi dengan cangkang sawit.

Hasil dari pada pengolahan kelapa sawit selanjutnya dapat digunakan dalam berbagai bidang terutama industri makanan, kosmetik, sabun, cat, bahkan akhir-akhir ini sedang digalakkan penggunaanya dari minyak kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif. Produksi minyak kelapa sawit dan konsumsi minyak nabati menunjukkan peningkatan, sehingga untuk menghadapi persaingan pasar bebas perlu dikaji dan dikembangkan kualitas dan kuantitas dari minyak kelapa sawit.

Produk samping dari pengolahan kelapa sawit adalah cangkang sawit yang asalnya dari tempurung kelapa sawit. Cangkang sawit merupakan bagian paling keras pada komponen yang terdapat pada kelapa sawit. Saat ini pemanfaatan cangkang sawit di berbagai industri pengolahan minyak CPO belum begitu maksimal. Ditinjau dari karakteristik bahan baku, jika dibandingkan dengan tempurung kelapa biasa, tempurung kelapa sawit memiliki banyak kemiripan. Perbedaan yang mencolok yaitu pada kadar abu (ash content) yang biasanya mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan oleh tempurung kelapa dan cangkang kelapa sawit.
Tabel 1 - Karakteristik bahan baku tempurung kelapa
Parameter
Hasil ( % )

Kadar air (moisture in analysis)
Kadar abu (ash content)

Kadar yang menguap (volatile matter)

Karbon aktif murni (fixed carbon)
7.8
2.2
69.5

20.5


Sedangkan ciri khas atau spesifikasi Cangkang (Palm Kernel Shell) yang kami miliki memiliki adalah sebagai berikut :

  
PARAMETERS
UNIT
BASIS
TYPICA  I
MINIMUM
MAXIMUM
METHOD
Total moisture
       %
     A.R
    13-19

        20
 ASTM  D   3302-05
Ash Content
       %
     A.R


       3 %
 ASTM D 3174-04
Sulphur
       %
     A.R
   

       0.10
 ASTM D 4239-05
Net Calorific Value
   Kcal/gr
     A.R
    3.700
    3.500

 ASTM D 5865-04
Alkali (NA/K)
       %
     A.R


       0.40
 Gravimetric
Chlorine
       %
   A.D.B
     0.05

       0.10
 ASTM D 2361-02
 Foreign Matter (*)


   Absent

        15
 Gravimetric

(*) Keterangan : Sebagai bahan asing dipahamiuntuk ekstraksi inti sawit adalah Kehadiranstandar A Kelapa Sawit dan / atau Palm KernelShell Serat tidak akan dianggap sebagai bahan asing jika <=1% (sama atau lebih rendah dari 1 %)

Kita bisa melakukan dua tahun kontrak untuk melanjutkan bisnis kami bersama-sama.


Cangkang sawit dapat diolah menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu karbon aktif, fenol, asap cair, tepung tempurung dan briket arang.






Cangkang sawit memiliki banyak kegunaan serta manfaat bagi industri, usaha dan rumah tangga. Beberapa diantaranya adalah produk bernilai ekonomis tinggi, yaitu karbon aktif, asap cair, fenol, briket arang, dan tepung tempurung.

Secara garis besar, cangkang sawit yang sering dibicarakan orang, memiliki kegunaan sebagai berikut:

- Sebagai bahan baku arang (sawit) atau charcoal.
- Sebagai bahan bakar untuk boiler.
- Bahan campuran untuk makanan ternak.
- Cangkang sawit dipakai sebagai pengeras jalan/pengganti aspal, khususnya di perkebunan sawit.
- Dan kegunaan lainnya.


Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi maka beberapa hasil samping pertanian kelapa serta sawit seperti tempurung, sabut, serta cangkang sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, seperti arang tempurung kelapa yang sangat potensial untuk diolah menjadi arang aktif.

Dengan meningkatnya produksi arang aktif yang menggunakan bahan dasar tempurung kelapa maka akan mengakibatkan terjadinya pencemaran udara karena adanya penguraian senyawa-senyawa kimia dari tempurung kelapa pada proses pirolisis. Pada proses pirolisis juga dihasilkan asap cair, tar dan gas-gas yang tak terembunkan.

Asap cair yang merupakan hasil sampingan dari industri arang aktif tersebut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi jika dibandingkan dengan dibuang ke atmosfir. Asap cair diperoleh dari pengembunan asap hasil penguraian senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam kayu sewaktu proses pirolisis.

Penggunaan asap cair terutama dikaitkan dengan sifat-sifat fungsional asap cair, diantaranya adalah sebagai antioksidan, antibakteri, antijamur, dan potensinya dalam pembentukan warna coklat pada produk. Asap cair dapat diaplikasikan pada bahan pangan karena dapat berperan dalam pengawetan bahan pangan.

Tujuan semula dari pengasapan adalah menghambat laju kerusakan produk. Namun dalam perkembangannya tujuan pengasapan tidak hanya itu, tetapi lebih ditujukan untuk memperoleh kenampakan tertentu pada produk asapan dan citarasa asap pada bahan makanan.






Related Post

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2012 Dunia Kelapa Sawit | Powered by blogger.com | Kebijakan Privasi | Design by Pecinta Sawit | Published by Habib Al Engineer